Menyoal Kesetaraan Gender, Gus Riza Sahlan Siroj Sebut Perempuan Boleh Menjadi Pemimpin, Asal…

Gus Riza Sahlan Siroj. (Foto : Istimewa)

Pada umumnya perempuan selalu dianggap sebelah mata. Apalagi kepemimpinan seorang perempuan masih sering menjadi perdebatan publik. Begitupun saat masa tahun politik, kesetaraan gender selalu menjadi isu yang hangat diperbincangkan.

Menurut Gus Riza Sahlan Siroj, dalam perspektif Islam, boleh saja perempuan menjadi seorang pemimpin. Namun, harus memenuhi kriteria.

Terkait dalil alquran dalam Surat an-Nisa ayat 34, ia menafsirkan tak hanya kaum laki-laki yang berhak menjadi pemimpin, namun juga perempuan.

“Bukan saya membela, tapi saya ingin mengatakan bahwa dalil itu menerangkan sifatnya laki-laki lebih diunggulkan dari wanita. Jadi kalau perempuan sifatnya seperti laki-laki, dia bijak, dia tegas, dia adil, dia pantas jadi penimpin,” ujar Gus Riza pada wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Panafsiran tentang ayat alquran tersebut, sempat juga didiskusikannya dengan ulama besar M. Quraish Shihab yang dikenal sebagai ahli tafsir alquran.

“Saya tasreh ke Prof Quraish Shihab dan beliau bilang memang ada ulama yang bilang seperti itu,” cerita salah satu keponakan dari Prof. Dr. K.H Said Aqil Siroj, ini.

Berangkat dari situ ia akan terus memperjuangkan kesetaraan gender dan hak-hak kaum wanita.

Seperti diketahui Gus Riza Sahlan Siroj merupakan anak pertama dari KH Sahlan Aidi Siroj, pengasuh Ponpes Gesongan Cirebon. Sementara ibunya bernama Hj. Eka Sholeha.

Kini diusianya yang masih muda yakni kelahiran  25 Desember 1994, ia mengikuti jejak sang ayah dengan mendirikan pondok pesantren di Kediri Jawa Timur bernama Pondok Pesantren HS AlFakkar dan Pesantren modern Ar rahman.

BACA JUGA:  Empat Laga Menarik Siap Berkompetisi di babak 16 besar FIFA U-17 WORLD CUP INDONESIA 2023™

Lelaki yang biasa disapa Gus Riza yang pernah menempuh pendidikan tinggi di Universitas Tribakti fakultas tafsir dan Universitas Mahad al Lirboyo fakultas Fiqih Syariah, juga aktif memberikan kajian rutin di beberapa Masjid Raya, di antaranya di Masjid Agung Kota Kediri, Masjid Raya Baiturrahman Ikadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *