Brigjen TNI Prantara Santosa, S.Sos. M.Si. M.Tr (Han) – Kapusjarah TNI, Film “Genta, Ayo Ke Museum”, Media Efektif Belajar Sejarah Kekinian Anak Milenial

Kepala Pusat Sejarah (Kapusjarah) TNI, Brigjen TNI Prantara Santosa, S.sos. M.Si. M.Tr (Han) . (Foto : Fah)

Pusat Sejarah (Pusjarah) TNI melalui program GENTA BANGSA (Gerakan Cinta dan Bangga Sejarah Bangsa Indonesia) bekerjasama dengan Alamanda Production meghadirkan sebuah film berjudul “GENTA ‘Ayo Ke Museum’. Film drama yang disutradarai oleh Alex Latief ini bercerita tentang petualangan Genta bersama para sahabatnya Cinta dan Danar dalam perjalanan menuju ke Museum Keprajuritan Indonesia. Petualangannya berawal dari terpisahnya mereka dari rombongan saat menolong seseorang yang mobilnya mogok. Tanpa disadari mereka bertiga tertinggal oleh bus yang ditumpanginya dan gurunya tidak mengetahui bahwa mereka tidak ikut serta dalam rombongannya

Dibuatnya Film “Genta, Ayo Ke Museum’ menurut Kepala Pusat Sejarah (Kapusjarah) TNI, Brigjen TNI Prantara Santosa, S.sos. M.Si. M.Tr (Han) karena banyak anak – anak milenial ini kurang paham sejarah bangsanya. Salah satu untuk untuk mengajak minat belajar sejarah ini melalui media film ini. Lewat film ini merupakan salah satu media belajar sejarah dengan kekinian bagi anak – anak milenial.

“Dengan film ‘Genta, Ayo Ke Museum’ ini salah satu solusi belajar sejarah bagi anak – anak milenial. Kalau penonton mau ngajak orang tuanya ke museum, itu berarti yang kita harapkan,” ujar Prantara usai nonton bareng film “Genta, Ayo Ke Museum” di Jakarta Theater XXI, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (30/12).

Kepala Pusat Sejarah (Kapusjarah) TNI, Brigjen TNI Prantara Santosa, S.sos. M.Si. M.Tr (Han) bersama Amanda Latief – Produser, Ibu Dewa Ayu Oka Sulasmi (Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pusat Pengembangan Perfilman Kemendikbud RI). dan para pemain film Genta , Ayo Ke Museum (Foto : Fah)

Selama ini banyak anak –anak milenial kurang peduli dan menganggap sejarah itu tidak penting lanjut Prantara, namun setelah diberikan penjelasan mereka mengerti bahwa sejarah adalah latar belakang dan masa lalu, yang juga menentukan masa depan.

BACA JUGA:  EKIN GABRIEL, INDOSIAR Tidak Hanya Mengutamakan Rating, Tapi Mendorong Jebolan DA5 Terus Berprestasi dan Berkarir

“Dengan kita belajar sejarah atau mengunjungi museum ini sebagai jembatan antar generasi masa lalu dan masa sekarang. Sihingga generasi milenial atau berikutnya akan ingat bahwa pendahulunya berjuang hingga adanya Indonesia saat ini,” jelasnya.

Prantara menginginkan film “Genta, Ayo Ke Museum” ini menjadi sosok idola bagi kaum muda. Genta selain cakep juga pandai berdiplomasi dan menguasai sejarah.

“Rekan – rekannya selalu tersipu atau terdiam kalau dia sudah bicara, karena memang dia bisa menjelaskan dengan benar untuk menggambil langkah A atau B nya. Dan dia paham persis latar belakangnya. Ini yang harusnya dicontoh oleh anak – anak milenial,” jelas Prantara.

Brigjen TNI Prantara Santosa, S.sos. M.Si. M.Tr (Han) bersama Amanda Latief – Produser dan Letkol M Taufik. (Foto : Fah)

Prantara mengaku tidak ingin membuat film dengan tokoh hayalan yang bisa terbang, anti kena petir ataupun lainnya. Namun menurutnya film ini bisa dan nyata apabila mempelajari sejarah walaupun tidak formal.

“Ini bisa digunakan sebagai bahan argumentasi untuk meyakinkan pada setiap orang. Baik itu bidang fotografi ataupun lainnya yang punya latar belakang sejarah. Jadi bukan hanya sejarah perjuangan bangsa saja,” paparnya.

Prantara juga berharap film ini akan berlanjut kedepannya, yang mana saat ini persahabatan saat duduk dibangku SMP. Dan tidak menutup kemungkinan menceritakan bagaimana SMA nantinya.

“Bahkan saat kuliah nantinya. Kita akan memberikan gambaran kesuksesannya setelah pada masa – masa SMP, SMA  dan ternyata membawa kesuksesannya setelah kuliahnya,” tandasnya.

BACA JUGA:  Mark Pattie Rilis Single Kedua “Sepanjang Nafas” Yang Kekinian dan Lebih Fresh
Brigjen TNI Prantara Santosa, S.sos. M.Si. M.Tr (Han) bersama Amanda Latief . (Foto : Fah)

Dalam kesempatan itu Kapusjarah menyerahkan materi film kepada Kepala Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang diwakilkan oleh Ibu Dewa Ayu Oka Sulasmi (Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pusat Pengembangan Perfilman Kemendikbud RI).

“Diharapkan film “Genta,Ayo Ke Museum” bisa disosialisasikan pada tahun 2020 mendatang di bioskop keliling dan komunitas perfilman yang bernaung di bawah Pusat Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,” pungkas Prantara.

Film yang tayang mulai 30 Desember 2019 di bisokop – bisokop keliling ini dibintangi oleh Cornel Nadeak, Novika Siregar, Adry Sulaeman W, Ismu Tanjung, Edi Wahyu, Alex Latief, Ridho Basri, Andi Siregar, Alung, Trisia Mutiara dan Azra Vania Putri Anindia.Fah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *