Film Horas Amang, Gambaran Rusaknya Masa Depan Keluarga Yang Tidak Mengutamakan Nilai Nilai Budaya dan Agama

Preskon film Horas Amang – Tiga Bulan Untuk Selamanya di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta. (Foto : Fah )

Prama Gatra Film dan Rumah Semut Film menghadirkan film sebuah film yang mengangkat budaya daerah Batak berjudul ‘ Horas Amang-Tiga Bulan Untuk Selamanya’. Film yang disutradarai oleh Irham Acho Bahtiar dan Steve RR. Wantania ini bercerita tentang perjuangan seorang ayah dengan sebutan Amang, dalam mendidik anak – anaknya yang merantau ke kota Jakarta dimana mereka telah telah kehilangan jati dirinya sebagai orang batak.

“ Setelah kita menonton film ini tentunya kita tahu bagaimana kita mengasihi keluarga kita, terutama orang tua. Kami berharap film ini bisa memotivasi dan berdampak pada kita semua terutama yang menontonnya untuk lebih mencintai keluarga,” ujar Asye B, Saulina Siregar selaku Produser disela – sela preskon film Horas Amang-Tiga Bulan Untuk Selamanya di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/9).

ujar Asye B, Saulina Siregar selaku Produser . (Foto : Fah)

Steve Wantania selaku Eksekutif Produser mengatakan bahwa film Horas Amang – Tiga Bulan Untuk Selamanya berbeda dari film lainnya, karena selain ada nilai – nilai keluarga namun sangat menghibur. “Saya bilang ini film universal, jadi bukan film batak, tapi film Indonesia yang bagus ditonton oleh seluruh keluarga, walaupun mengambil latar belakang dari keluarga yang berlainan,”terang Stve.

Sementara Irham Archo Bahctiar, sang sutradara mengaku sebelumnya dirinya juga pernah menyutradarai film yang mengambil tema dari daerah lain seperti Papua dan Makssar.

BACA JUGA:  Irham (Karawang) Harus Menghentikan Langkah Perjuangannya di Panggung DA 6

“Nah sekarang saya garap film berasal dari Sumatera dan ini melengkapi seluruh Indonesia yang saya buat. Dan saya salut dengan ibu Asye sebagai produser, karena tidak banyak produser – produser yang mau dengan alasan tidak laku. Tapi kalau kita bisa mengemasnya dengan baik saya yakin pasti bisa,” Jelas Irham.

Arist Merdeka Sirait, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Indonesia (Komnas Anak), Steve Wantania – Eksekutif Produser dan Irham Archo Bahctiar – sutradara. (Foto : Fah)

Dalam kesempatan itu, Arist Merdeka Sirait, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Indonesia (Komnas Anak) memberikan komentar tentang film tersebut. Baginya yang terkesan dalam film ini bukanlah hanya nangis saja. Film Horas Amang ini adalah mewakili hancurnya ketahanan keluarga yang saat ini sebagai garda terdepan untuk mmeberikan yang terbaik dalam keluarganya.

“Ini bukan film tanah batak, tapi kesan saya ini adalah berlaku secara nasional bahwa saat ini keluarga – keluarga di Indonesia ketahanan keluarganya sudah mulai runtuh. Seperti film yang digambarkan tadi, gambaran dari rusaknya masa depan di keluarga  di Indonesia jika nilai – nilai budaya, nilai – nilai agama tidak menjadi hal yang utama,”pungkas Arist.

Film yang tayang diseluruh bioskop tanah air pada 26 September 2019 ini dibintangi oleh sederetan artis seior dan yunior diantaranya Cok Simbara, Tanta Ginting, Novita Dewi, Jack Marpaung, Piet Pagau, Jufriaman Saragih, Dendi Tambunan, Vanessa, Elli Sofiani, Rizma Simbolon, Indra Pacique, Manda Cello dan Ibas Aragi.Fah

 

BACA JUGA:  Siap Siap! SCTV Menggelar Audisi ‘Miss Celebrity Indonesia’ di Kota Medan, Ini Persyaratannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *