Spiritual Indonesia, Paguyuban Non Komersil Yang Anggotanya Mulai Dari Para Master Spiritual Hingga Anak Band

Spiritual Indonesia ( SI ) saat menggelar meditasi dan doa bersama menjelang Natal dan Tahun Baru 2019. (Foto : Fah)

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019, Komunitas yang tergabung dalam Spiritual Indonesia (SI) menggelar meditasi bersama bertema ‘Berbagi dan Meditasi Natal 2018’ di kawasan Gading Serpong Sektor 7 Kelapa Ulin, Serpong, Tanggerang Selatan, Sabtu (15/12).

Acara yang diikuti ratusan anggota SI dan tamu undangan ini berlangsung khidmat yang dipimpin oleh Leonardo Rimba selaku ketua SI dan Eyang Ratih, sesepuh SI. Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB hingga malam hari ini selain sebagai ajang silaturrahmi sekaligus berdo’a bersama untuk akhir tahun dan mendo’akan agar pilpres 2019 mendatang berjalan dengan aman, damai, tentram dan tidak terjadi hura – hara dengan menyatukan energi agar mendapatkan pencerahan.

Eyang Ratih bersama para Master Riyan, Master  Gunadi Widjaja , Rifaldo (anak Bnad) dan anggota SI lainnya. (Foto ; Fah)

“Kita buat acara kumpul – kumpul berlanjut terus sepanjang tahun, karena kita juga anggotanya dari seluruh Indonesia antaranya Medan, Bandung, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Surabaya dan sebagainya. Acara ini dari kita untuk kita, sama sekali tidak komersil, jadi perjalanan semuanya sipiritual itu bermacam –macam. Kita semuanya perjalanan spiritual yang belajar untuk memahami diri sendiri, memahami lingkungan dan memeproleh ilmu – ilmu penyembuhan yang bermanfaat,”ujar Leonardo. “ Kita bukan organisasi tapi paguyuban informal dan saat ini anggotanya dari seluruh Indonesia di Facebook sudah 230 ribu orang,”sambungnya.

Eyang Ratih – Spiritualis . dan Sesepuh SI (Foto : Fah)

Eyang Ratih sebagai Sesepuh Spiritual Indonesia mengatakan bahwa di SI juga anggotanya dari yang anak – anak hingga orang tua dan juga banyak master – master spiritual dengan bidangnya masing – masing, diantaranya Gunadi Widjaja, (Pakar Astrologi dan Hongsui), Ryan (Pakar gendam dan hipnotis),

BACA JUGA:  Ini Kata Endang Tarot Prediksi Tahun 2019

“Ada juga anak band, Rifaldo yang suaranya tidak kalah dengan vokalis band yang sudah punya nama. Sekarang dia sudah biasa narik mobil, makan silet, tidur diatas beling dan sementara ini lagi tahap belajar berjalan diatas api,”ungkap Eyang Ratih.

Spiritual Indonesia saat menggelar meditasi dan do’a bersam menjelang Natal dan Tahun Baru 2019. (Foto : Fah)

Rifaldo yang pernah bergabung di band ‘Karang Solo’ belum lama bergabung dengan SI baru satu bulan namun kini iapun sudah mmeiliki keahlian di dunia spiritual. “Awalnya aku emang suka dengan spiritual makanya mau gabung di SI, dan saya nggak peduli sama orang lain kalau saya dibilang apa lah atau gimanala,”aku Rifaldo.

Gunadi Widjaja yang bergabung di SI mulai dari awal berdirinya yakni tahun 2004 dimana saat itu belum melalu facebook namun lewat milis (Yahoo). Bergabungnya dengan SI tidak lepas dari aktivitasnya yang merupkan seorang spiritual dan dirinya yang mendalami Astrologi.

Leonardo Rimba saat memimpin meditasi dan do’a bersama . (Foto : Fah)

“Astrologi itu sangat berkaitan sekali dengan pola – pola energy, jadi mungkin banyak teman – teman yang diluar sana yang nggak ngerti dengan pola – pola energy, padahal pola – pola energy itulah yang sangat mempengaruhi kehidupan kita. Baik astrologi dan spiritual menggunakan energy, tapi kalau astrologi dengan perhitungan sementara spiritual dengan sixth sence untuk dilatih,”jelas Gunadi.

Sedangkan Ryan sendiri sebagai seorang pakar gendam dan hipnotis bergabung dengan SI pada tahun 2017, yang mana  sebelumnya juga satu grup di Pelestari Budaya Spiritual sebagai Humas Lokal dengan Leonardo Rimba sebagai Humas Internasional.

BACA JUGA:  Di Hari Keluarga Internasional, Visions of Peace Initiative Beri Inspirasi Perdamaian Kepada Lapas-Lapas Anak di Indonesia
Ryan – spirirualis Pakar Gendam dan Hipnotis. (Foto : Fah)

“Nah disini saya banyak pelatihan dan berbagi ilmu yang saya geluti yakni telepati dan saya juga memperdalam gendam dan hipnotis. SI merupakan wadah belajar spiritual, bisa menambah teman , buka wawasan , dan pendapat. Saat ini saya selain menggeluti telepati juga bidang asmara termasuk pelet, pengasihan, gendam, hipnotis, santet dan pengobatan non medis,”terang Ryan yang menekuni dunia spiritual sejak tahun 2001 ini.

Atraksi debus dari Padepokan Gunung Lauw pimpinan Eyang Ratih . (Foto : Fah)

Ryan juga menjelaskan bahwa dirinya juga pernah mengetuai Perkumpulan Himpunan Daya Pernafasan (PHDP ) dan Sambung Jagat dan berubah menjadi Slamet Jagat ( channel youtube ) yang didirikan tahun 2007. Komunitas ini berfokus pada pernafasan alam pikiran dan metafisika yang anggotanya saat ini sudah ribuan orang.

“Slamet Jagat ini ada 2 konten yakni paranormal talk dan jejak klinik, selain itu juga ada Neometafisika dan viewernya saat sudah lebih 100 ribuan,”kata Ryan.

Atraksi debus dari Padepokan Gunung Lauw pimpinan Eyang Ratih . (Foto : Fah)

Sebagai penutup acara para anggota SI bertukar kado yang telah dibawa oleh masing – masing anggota berupa jimat, bertuah ataupun lainnya. Tak ketinggalan juga dari Padepokan Gunung Lawu yang dipimpin Eyang Ratih menampilkan permainan debus dengan atraksi – atraksi ekstremnya berupa mandi dan cuci muka dengan pecahan beling, bermain api lewat mulut dan membakar badannya, pecutan kuda lumping, menarik mobil dengan tambang menggunakan gigi dan lainnya. Fah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *