Kolaborasi Eddy Betty dan Batik Sida Mukti Tampilkan Koleksi Batik dan Kebaya Bertema ‘Kinasih’

Fashion show tunggal Eddy Betty ajang JFFF 2018 menampilkan 38 koleksi batik dan kebaya berkolaborasi dengan Batik Sida Mukti.(Foto:Fah)

Gelaran Jakarta Fashion & Food Festival 2018 sebagai puncak acara Fashion Festival mempersembahkan penampilan show tunggal desainer Eddy Betty yang mengangkat keindahan batik dan kebaya bertema ‘Kinasih’. Menurut Eddy ‘Kinasih’ terinspirasi dari kata ‘yang terkasih’ yang bermakna luas yaitu bisa kasih kepada Tuhan, kasih kepada Negara, kasih kepadasesama manusia, kekasih, kasih kepada desain hingga kasih kepada siapapun yang kita suka.

“Sebenarnya Kinasih dapat nya dari kinasih tawang wulan, tapi karena saya tidak mau ambil tawang wulannya sehingga saya ambil kata depannya saja sebagai ikon, yang berarti yang terkasih’ yang artinya secara universal. Jadi intinya adalah saya melukiskan bermacam – macam dari kekasih itu sendiri,”ujar Eddy disela –sela preskon nya di Ballroom Hotel Harris & Convestion Kelapa Gadim\ng, Jakarta, Jum’at (26/4).

Eddy Betty bersama Soegianto Nagaria – Chairman JFFF dan Nandita Dwiputri L – Owner Batik Sida Muti. (Foto:Fah)

Show tunggal nya Eddy Betty menampilkan 38 koleksi terbaru nya yang mengolah batik yang dibagi dalam 2 sekuen, yakni 10 batik dan 28 kebaya. Iapun berkolaborasi dengan dengan kain batik produksi Batik Sida Mukti, dimana batik yang terlihat kuno akan menjadi aktual dan lebih moderen.

“Intinya anak – anak muda sekarang masih mau pakai batik, saya mencoba untuk membuat batik lebih uptodate dengan mencampur bahan –bahan internasional salah satunya jenis plastik dan lainnya. Tapi saya tidak merusak proses pembatikannya dengan daur ulang supaya lebih moderen,”terang peraih penghargaan ‘Fashion Desaigner’ di. Fashion Icon Awards 2018 ini.

BACA JUGA:  Sarinah Gelar Fashion Show Bertajuk ‘Sarinah Lebaran Festive 2018’
Koleksi desainer Eddy Betty bertema Kinasih diajang JFFF 2018  (Foto:Fah)

Untuk pewarnaannya sendiri Eddy lebih menonjolkan warna- warna yang cukup kuat dan beragam seperti pastel dan merah. “Karenakan kekasihnya bermacam –macam, ada yang tomboy, kemayu, seksi yang dilukiskan dalam semua disainnya,”kata Eddy.

Dalam mengolah bahan tradisional diakui Eddy sangatlah sulit dan ia harus benar – benar eksplor dengan tidak merusak motif dan penggunaan pakem lainnya. “Saya hanya mengambil  inti motif – motifnya dan tidak membuang ataupun merusak motif nya. Untuk motifnya sendiri bermacam – macam seperti batik tulis, batik cetak dan kombinasi batik cetak dan tulisnya,”akunya.

Salah satu koleksi desainer Eddy Betty di ajang JFFF 2018 (Foto:Fah)

Eddy juga menerangkan bahwa dengan show tunggal nya yang bertajuk Kinasih ini ia menginginkan menjadi inspirasi kepada semua wanita khususnya generasi muda mau memakai kebaya dan batik . “Intinya untuk generasi muda jangan ninggalin kebaya dan batik, agar lebih menghargai budaya nusantara dengan batik – batik dan kebayanya dengan mengapresiasikan dalam kesehariaannya,”papar Eddy.

Salah satu koleksi desainer Eddy Betty di ajang JFFF 2018 (Foto:Fah)

 

Salah satu koleksi desainer Eddy Betty diajang JFFF 2018. (foto:Fah)

Sementara Nandita Dwiputri L, Owner Batik Sida Mukti menuturkan kolaborasinya dengan Eddy Betty adalah suatu kesempatan yang sangat indah dan merupakan suatu kehormatan bisa bersama – sama dengan desainer yang sangat ahli di bidang kebaya.

“Kolaborasi ini sangat cocok karena Batik Sida Mukti masih tradisional, jadi batik yang dulunya dianggap kuno atau kurang ditampilkan keindahannya, sekarang oleh Eddy Betty bisa ditampilkan berbeda dan spesial,”pungkas Nandita.Fah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *