Obyek Wisata Bukit Batu, Kalimantan Tengah – Batu Ajaib Yang Turun Dari Langit

Obyek Wisata Bukit Batu terdapat batu ajaib yang dipercaya banyak kegunaannya. (Foto: Fah)

Obyek Wisata Bukit Batu, Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah sudah dikenal oleh masyarakat luas. Bukan saja dari masayarakat setempat namun juga dari luar daerah, bahkan mancanegara. Memasuki obyek wisata setiap pengunjung bisa langsung melihat bukit batu dimana bukit tersebut dipenuhi batu batu yang berukuran besar dan setiap batu tersebut juga memiliki khasiat dengan cara-cara tertentu. Dalam sejarahnya bukit batu tersebut adalah tempat pertapaan Tjilik Riwut, penganut Kaharingan salah satu pahlawan asal Suku Dayak Kalimantan Tengah dimasa penjajahan Belanda.

Konon menurut ceritanya bukit batu terjadi karena alam gaib yaitu batu – batu yang diturunkan dari langit dimana Burut Ules yang menikahi gadis kayangan memenuhi janjinya bahwa anaknya laki-laki nya kelak bila dewasa akan kembali ke alam ayahnya (di bumi).  Kisah yang bergulir pada masa silam, seorang yang bernama Burut Ules tinggal di desa Tumbang Linting dikenal sebagai seorang yang mempunyai kemampuan spritual tingkat tinggi, yang dalam bahasa setempat disebut sebagai bakaji. Layaknya legenda Djaka Tarub dari tanah Jawa dengan 7 putri kayangannya, begitupun dengan Burut Ules yang menaruh hati pada putri kayangan yang saat itu sedang mandi ditelaga. Untuk memikat hatinya ia pun menyembunyikan salah satu belasuka atau jarik dari putri kayangan itu dan saat kembali untuk mandi iapun langsung memeluk buah hatinya. Singkat cerita akhirnya Burut Ules menikahi putri sulung dari kayangan itu dan memiliki seorang putra. Namun dalam perjalanan bahtera rumah tangganya tidaklah semulus apa yang dibayangkannya, saat mereka sedang menikmati kebahagiaannya itu muncullah seorang laki-laki lain yang dianggap istrinya itu adalah saudaranya. Burut Ules merasa terganggu dengan kehadiran laki-laki itu terlebih kemanapun mereka pergi selalu berdua sehingga membuat nya cemburu.

BACA JUGA:  EMTEK PEDULI CORONA Berikan Bantuan Di Dua RS Di Tanggerang dan Warga Sukabumi, Jawa Barat

Pada akhirnya perpecahan pun terjadi sehingga istri Burut Ules marah dan meninggalkan nya dengan membawa anaknya itu. Sebelum pergi istrinya sempat menyampaikan pesan, bahwa kelak kalau dewasa anak laki-lakinya akan kembali ke alam ayahnya karena dia tidak bisa tinggal di alam ibunya.

Salah satu batu ajaib di Obyek Wisata Bukit Batu , Kalimantan Tengah. (Foto : Fah)

Suatu hari di Teluk Derep, Tumbang Kasongan, terdengar suara gemuruh halilintar memekakkan telinga. Petir kilat sambar menyambar. Saat itu sebuah batu besar diturunkan dari langit. Diyakini bahwa anak Burut Ules yang telah gaib bersama istri pertamanya, saat itu telah dewasa. Sesuai janji, apabila telah dewasa ia akan kembali ke alam bapaknya bertempat tinggal, maka janji itu telah ditepati. Batu yang diturunkan dari langit kemudian terkenal dengan nama Bukit Batu dan diyakini sebagai tempat kediamannya, walau tak terlihat dengan mata jasmani, namun ia ada di sana sebagai Raja dan penguasa daerah tersebut. Kisah cerita itu mengidentifikasi “Bukit Batu” sebagai makhluk yang mempunyai jenis kelamin laki-laki.

Di bukit batu atau yang kini dikenal dengan nama “Tempat Pertapaan Tjilik Riwut” ini jaraknya sekitar 40 KM dari kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Terdapat berbagai macam ukuran batu keramat dengan nama – nama dan juga khasiat nya diantaranya Batu Penyang yaitu tempat Tjilik Riwut menulis namanya dimana letaknya berdampingan dengan batu tempat ia bertapa. Batu Kamiak, tempat burung kamiak/tambul anak bertengger untuk menjaga alam sekitarnya. Batu Tingkes, tempat orang yang ingin mengetahui nasib dan kehidupannya apabila dapat masuk dan keluar Batu Tingkes maka kehidupannya akan bahagia dan sebaliknya bila gagal maka hidupnya akan menderita.

“Ini sudah banyak orang – orang yang mengalami dan kenyataan, untuk hidup sukses dan nyaman tapi bukan artinya untuk kaya raya. Terkabul bila kita melewati masuk dan keluarnya walaupun tubuh kita besar kalau terkabul bisa saja masuk, yang terpenting dengan niat yang baik,”papar Nyai Dewi, spiritualis asal Dayak Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini.

BACA JUGA:  Arfiani – Hurrem by FIA , Sukses dan Applause Yang Luar Biasa Di MIHAS 2019, Kuala Lumpur, Malaysia

Selain itu, ada juga Batu Gaib, tempat roh halus yang suka menolong manusia sewaktu kesusahan. Batu Dewa, tempat roh khayangan, apabila berjodoh maka orang tersebut dapat menjadi paranormal. Batu Keramat, mempunyai hubungan dengan riwayat kehidupan Tjilik Riwut.Batu Raja, mempunyai nilai yang paling istimewa, apabila seseorang pemimpin mendapatkan batu ini ia akan bersifat adil dan bijaksana.Batu Darung Bawan, orang yang gagah berani dalam membela kebenaran setingkat dengan Bandar Rambang. Mereka orang gaib sebagai penghuni Bukit Batu Manuah. Batu Sial, tempat orang membuang sial.

“Bila berkunjung ke situs ini harus mempunyai niat yang tulus dan tidaklah boleh sembarangan ngomong apalagi di buat candaan, karena  penghuni di sekitar situs akan marah apabila pantangan tersebut dilanggar dan yang terjadi biasanya kemasukan ataupun kesurupan,”terang Nyai.

Bila kunjungan ke Bukit Batu juga ternyata mendapatkan respon yang baik dari para penunggu Bukit Batu tersebut. Hal ini terlihat dari turunnya hujan dan juga gambar-gambar yang terlihat di beberapa batu muncul baik berupa orang tua, seorang ratu dan juga lafaz bertuliskan arab.

“Ini pertanda kita datang direstui Bawin Kameloh, belum tentu setiap orang bisa ditunjukkan dengan hal itu, hanya orang-orang tertentu saja,”ungkapnya.

Nyai juga menjelaskan bahwa orang yang bisa melihat secara spiritual Bukit Batu yang terlihat hanya sekumpulan batu-batu besar adalah merupakan suatu kerajaan gaib. Dimana dalam kerajaan itu banyak mahluk-mahluk gaib yang berada dalam suatu istana yang besar diantaranya penunggunya permaisurinya atau putri raja, pengawal raja, jin, macan dan lainnya.

”Jadi bukan mahluk-mahluk yang aneh seperti kuntilanak ataupun yang lain, tapi mereka itu mahluk gaib kerajaan,”tegasnya.

Yang menarik lagi tanpa disengaja Nyai pun melihat seorang perempuan dengan rambut panjang dengan baju kemben dengan selendangnya sedang duduk dibatu sambil tersenyum yang letaknya tidak berjauhan dari Batu Raja. Menurut Nyai putrid itu adalah Bawin Kameloh dan Iapun langsung menempelkan tangannya di batu tersebut sebagi bentuk minta restu nya. Begitupun dengan Dewa, adik dari Nyai Nova yang memiliki kelebihan juga dari leluhurnya iapun menyempatkan juga untuk menempelkan dibatu tersebut.

BACA JUGA:  Nita Thalia, Cita Citanya Kandas, Eh Malah Jadi Penyanyi

“Minta restu aja karena kan kita di Jakarta untuk mengobati atau membantu orang-orang yang butuh pertolongan, sebagai tanda direstui tanganku ada getaran seperti setrum,”pungkas Nyai.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *