Menkumham Berikan Bantuan Paket Sembako, Face Shield dan APD Untuk Masyarakat Jawa Tengah

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly bersama Sekjen Kemenkumham Bambang Rantam Sariwanto melalui video conference, secara simbolis melepaskan bantuan sosial sejumlah 1000 paket sembako kepada masyarakat di Provinsi Jawa Tengah dalam masa tanggap darurat Covid-19, Rabu (29/04/). (Foto : Istimewa)

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memberikan bantuan sosial sejumlah 1000 paket sembako kepada masyarakat di Provinsi Jawa Tengah dalam masa tanggap darurat Covid-19. Dalam hal ini, Yasonna H. Laoly, selaku Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui video conference nya bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan seluruh jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan Kemenkumham, telah melepas paket bantuan sosial kepada masyarakat.

Yasonna mengatakan bahwa paket bantuan yang diberikan seperti face shield dan baju alat pelindung diri (APD) merupakan hasil dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

“Kami berharap walaupun sedikit yang bisa kami berikan, kami menunjukkan bahwa narapidana juga berkontribusi,” ujar Yasonna dalam video conferencenya di kantor Kemenhukam, Jakarta, Rabu (29/4)

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly bersama Sekjen Kemenkumham Bambang Rantam Sariwanto melalui video conference, secara simbolis melepaskan bantuan sosial sejumlah 1000 paket sembako kepada masyarakat di Provinsi Jawa Tengah dalam masa tanggap darurat Covid-19, Rabu (29/04/). (Foto : Istimewa)

Sementara Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Bambang Rantam Sariwanto menjelaskan bahwa pemberian bantuan sosial ini merupakan kali ketiga Kemenkumham berkontribusi dalam memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. Sebelumnya Kemenkumham telah memberikan bantuan sosial kepada masyarakat di Kota Tangerang, Gunung Sindur, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi dan Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Wisma Atlet.

“Hari ini kegiatan bantuan sosial kepada warga di wilayah Provinsi Jawa tengah berupa 1.000 paket sembako dan telur ayam sebanyak 500 kilogram. Kami juga menyampaikan face shield dan baju APD masing-masing 200 buah,” jelas Bambang.

Bambang juga menambahkan, face shield dan baju alat pelindung diri (APD) tersebut merupakan hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Klas IIA Semarang.

“Ditambah 1.000 masker yang juga hasil karya WBP Rutan Klas I Surakarta dan Lapas Klas I Semarang,” pungkas Bambang.Fah

 

BACA JUGA:  Hubungan Rara LIDA dan Gunawan LIDA Semakin Heboh, Nitizen Sebut ‘GUNARA’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *