Gagal Di Second Chance, Kezia (Bogor) Harus Tinggalkan Panggung Pop Academy 2020

Kezia (Bogor) harus tinggalkan panggung Pop Academy 2020. (Foto : Istimewa)

Babak Top 30 Grup 10 Pop Academy sebagai babak terakhir untuk menuju Top 20, menampilkan  Agnes (Malang), Chelsea (Ruteng) dan Kezia (Bogor) pada Senin Malam (10/11). Di babak akhir Top 30 ini dinilai oleh Dewan Juri yang terdiri dari Soimah, Giring dan Caren Delano.

Agnes (Malang) yang membuka kompetisi dengan lagu “Roman Picisan” mampu membawakan lagu yang dinilai tidak mudah dan mendapatakan standing ovation dari semua dewan juri. Soimah menilai Agnes memiliki musikalitas yang tinggi serta pemikiran dan strategi yang sangat baik sehingga penampilannya selalu meningkat dari sebelumnya. “Salah satu academia yang patut dicontoh,” puji Soimah.

Selanjutnya Chelsea (Ruteng) dengan suara merdu belum mampu memukau Dewan Juri dengan lagu “Kecewa” dan Chelsea dinilai masih harus berlajar banyak.

“Temponya di lagu ini agak delay dan kamu belum bisa konsisten dalam menyanyikan satu buah lagu dari awal hingga akhir,” ungkap Pinkan.

Hal serupa juga dengan Kezia (Bogor) yang membawakan lagu ‘Dealova’ dianggap belum mampu memuaskan Dewan Juri. Menurut Giring cara Kezia kurang tepat karena terlalu rendah nadanya sehingga terasa kurang pas. Menuurutnya kondisi Kezia yang kurang fit bukan menjadi alasan dan harus tetap menampilkan yang terbaik.

“Padahal tadi kamu masih bisa menaklukan lagu ini seharusnya dan sebagai entertainer kita harus bisa keluar dari zona nyaman kita, apalagi ini kompetisi,” kata Giring.

Polling akhir Pop Academy menentukan Agnes (Malang) di posisi teratas sedangkan Chelsea (Ruteng) dan Kezia (Bogor) yang berada di dua posisi terendah. Chelsea (Ruteng) kembali memberikan penampilan terbaiknya di second chance demi mencuri perhatian Dewan Juri dengan lagu “Dia” meraih dua suara Pinkan Mambo. Dengan demikian Kezia (Bogor) dengan lagu “Pelangi Di Matamu’ harus tereleminasi di babak Top 30 dan menghentikan langkahnya untuk menjadi seorang Superstar.Fah.

COMMENTS