Fashion Show 40 Designer KDEI Bertajuk ‘Flora Fauna Indonesia Fashion Show 2020’ Di Indocraft 2019

40 designer KDEI fashion show bertajuk Flora Fauna Indonesia Fashion Show 2020 di Indocraft 2019 di JCC, Senyan. (Foto : Fah)

Komunitas Designer Etnik Indonesia (KDEI) bekerjasama dengan Debindo menggelar fashion show dalam acara Indocraft 2019 bertajuk ‘Flora Fauna Indonesia Fashion Show 2020’ di Jakarta Convetion Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (3/11).

Tak kurang dari 40 designer dari berbagai daerah ikut meramaikan acara Indocraft 2019 yang digelar selama 5 hari yakni mulai tanggal 30 Oktober – 3 November 2019. Para designer tersebut diantaranya Raizal Boeyoenq Rais, Itang Yunasz, Ghea Panggabean, Dimas Mahendra, Sonny Muchlison, Zaenal Songket, Ida Leman, Ida Royani, Jenny Tjahyawati, Madidi Style by Didi Wahab, Ferry Daud, Wanti Eldrin, Keke Marpaung, Dini Katumbiri, Roemah Betawi by Emma Damayanti, Layla Ninda, Ollyn Rasyid, Mike Safloen, Batik Sekar Setaman by Catur Wijaya, Rumah Batik Riana by Riana Kusuma, Yusuf Etnik Lampung, Gianti by Lala Gozali, Nadila Sabrina, Nia Hussen, Feby Kean, MF by Mary Aryati & Faisal Fatich, Adelina, Dedi Harry, Sulaiman Azhari, ELEMWE by Lili Maria Sari W, lnanta Amani by Jelita Lubis, Batik/Tenun Garut RPG by Rajib Nasrudin, Ida Jashari, Fauziah Lewa, Faizah Nawawi. Zum Zahra Zafira, Arie Rich, Mita Nazwa , Lusi Fitria, Nessy, Ferry Kuncoro (NTB) ,Yus Oktavia, Lentera by Ratu Anita Soviah, meLOOKmeL by Melanie, INBY Collection dan lainnya.

Fashion show rancangan Ferry Kuncoro asal Lombok – NTB. ( Foto:Fah)

Dalam acara tersebut juga KDEI memberikan secara khusus penganugrahan Gelar Bunda Etnik kepada artis cantik Marissa Haque. Penganugerahan ini sebagai wujud KDEI peduli dan memberi penghargaan atas apresiasinya yang selalu mengangkat menyertakan Wastra Indonesia dalam penampilannya, baik sehari hari ataupun saat acara khusus, mengangkat gaya dan cara berbusana terinspirasi kekayaan Etnik Nusantara.

“Saat ini KDEI telah menapaki 4 tahun, tepatnya berapa tahun berkiprah sebagai komunitas wadah dalam Pelestarian dan Pengembangan Fashion Etnik Indonesia. KDEI juga peduli keberlangsungan Wastra Nusantara dan menjembatani para pelaku industri fashion terkait, dari para designer dengan para produsen dan bidang profesi terkait lainnya,” terang Raizal Boeyoeng Rais selaku Ketua Umum KDEI disela – sela preskonnya di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (3/11).

Fashion show rancangan Wanti Eldrin asal Makassar – Sulsel (Foto.Fah)

Dimasa mendatang KDEI sebagai program berkesinambungan, sudah saatnya memberikan apresiasi penghargaan kepada seniman wastra dan para perajin kain tradisional dalam usahanya sebagai pelestarian dan pengembangan Wastra Nusantara. Keilmuan dan latar belakang Seni Budaya yang mendasari pembuatan Wastra Nusantara seni menciptakan kain kain yang awalnya di tenun dan kemudian menghiasinya dengan motif motif sarat makna. Ragam motif dan warna, menjadi ekspresi karya seni baik saat proses pembuatan dan sesudahnya.  Kemudian termasuk juga nantinya bidang jumalis sebagai ujung tombak pemberitaan dalam menyebarkan informasi perkembangan Fashion Etnik Indonesia.

“Semoga KDEI dalam event kali bersama DEBINDO dapat memberikan sumbangsihnya dalam kemajuan dan kekuatan seni budaya lokal dan fashion di tanah air. Tak hanya itu, bersama sama dapat mewujudkan Fashion Indonesia Mendunia, menyongsong Fashion Nusantara 2020,” jelas lelaki yang disapa Bang Boeyoeng ini.

Ferry Kuncoro – Wanti Eldrin- Ayu Azhari dan Raizal Boeyong Rais.(Foto.Fah)

Acara tersebut ditutup dengan pemberian Apresiasi untuk Boeyoeng Models berprestasi di dunia model dan pengumumam pemenang Lomba Etnik Millenial Model Award mulai kategori anak – anak, remaja dan dewasa.

“Penganugrahan Model Profesional adalah bentuk peduli KDEI atas bidang profesi terkait dengan bidang fashion, dimana seorang model dituntut profesional dan dapat bekerjasama dengan baik,” pungkas Bang Boeyoeng.Fah

COMMENTS