Dibawah Langit Yang Sama, Lagu Kebhinnekaan Menjunjung NKRI

Leonard Nyo Kristianto – Produser JK Records dan Fajar Catur – Pencipta lagu Dibawah Langit Yang Sama .(Foto : Fah)

Menyambut Hari Ulang Tahun Negara Republik Indonesia ke75, JK Record merilis single terbarunya berjudul Dibawah Langit Yang Sama. Lagu yang diciptakan oleh Fajar Catur ini menceritakan tentang kebhinnekaan. Dimana Indonesia yang beraneka ragam budaya dan bahasa namun tetap bersatu, tidak ada pertengkaran.

“Lagu ini pesannya dalam, awalnya judulnya Indonesiaku dan kita ganti Dibawah Langit Yang Sama. Lagu ini bercerita, kita ini beda tapi nggak perlu berantem, karena kita hidup dibawah langit yang sama,” ujar Leonard Nyo Kristianto, Produser JK Records ditemui dikantornya, Jl. Musi no.43, Cideng, Jakarta Pusat.

Fajar Catur juga menjelaskan bahwa lagu Dibawah Langit Yang Sama ini diciptakan tahun lalu, dimana saat bertugas di Soppeng, Sulawesi Selatan.

Video Klip lagu Dibawah Langit Yang Sama. ( Foto : Istimewa)

“Kebetulan Pak Nyo minta lagu yang sifatnya nasionalisme dan persatuan. Jadi gayung bersambut. Lagu ini awalnya biasa saja, tapi diaransemennya jadi bagus. Musiknya ada lokalnya dan luarnya juga,” ungkap Fajar Catur.

Untuk mendapatkan penyanyi yang memiliki suara khas dan berkarakter dengan lagu ciptaannya ini, Fajar menyeleksi dengan ketat di Sulawesi Selatan. Dari puluhan penyanyi yang ikut audisi maka terpilihlah Sausan, gadis belia asal Makasar yang masih duduk di bangku SMP.

“Jadi saya kumpulkan orang – orang memiliki bakat nyanyi setelah diseleksi dapat Sausan asal Makasar yang kebetulan juga anak rektor ,”aku Fajar.

Nyo juga berpendapat, lagu kebangsaan ini tak harus dinyanyikan penyanyi terkenal, yang terpenting memiliki karakter dan khas suaranya.

“Sausan suaranya bagus dan punya talenta, jadi kenapa nggak? Nah, beda kalau mau bikin musik targetnya tiktok, pastinya dibutuhkan penyanyi terkenal,” timpalnya.

Fajar merupakan anggota TNI berpangkat Letnan Kolonel yang menyukai musik dan memiliki talenta menulis lagu. Baginya menciptakan lagu ini adalah salah satu bagian dari tugas sebagai anggota TNI.

Sausan penyanyi asal Makasar. (Foto : Istimewa)

“Jadi saat itu saya bertugas sebagai Dandim di Soppeng, Sulawesi Selatan untuk memberikan wawasan pada pelajar. Ketika saya masuk saya lihat responnya kurang dan tidak menarik. Tapi setelah didengarkan lagu – lagu kebangsaan responnya baik,” terangnya.

Saat ini lagu – lagu tentang kebangsaan sudah mulai berkurang. Nyopun berencana untuk mempopulerkan lagu kebangsaan baik me-recycle-nya ataupun membuat lagu baru.

“Saya juga agak bingung kalau 17 Agustus dan Hari Pahlawan,  lagunya itu-itu saja. Jadi nggak ada salahnya kalau kita buat lagu kebangsaan yang baru,” papar Nyo.

Baik Nyo maupun Fajar, tidak melihat dari sisi bisnis yang menguntungkan dalam pembuatan lagu ini. Mereka sama-sama yakin rizki akan mengikutinya.

“Kalau saya, kita buat apa yang terbaik nanti uangnya ngejar kita. Kalau kita ngejar uang capek. Rizki nggak akan ketukar kok,” ungkap Nyo.

Dalam lagu ini ada pesan moral yang ingin disampaikan yakni kebangsaan dan persatuan yang harus melekat dalam diri masyarakat Indonesia.

“Pesannya NKRI harga mati. Kita dibesarkan tanah Indonesia, nggak peduli dari daerah mana, kenapa kita menyakiti tanah yang kita tinggali ini ? Jadi NKRI itu sudah final. Saya pernah tinggal di Amerika 6 tahun toh balik lagi kesini, karena saya cinta Indonesia,” pungkas Nyo.Fah

COMMENTS