Debindo dan IEDC Berikan Penghargaan Pada 4 Desainer Berprestasi Di Modest Award 2020

Debindo dan IEDC Berikan Penghargaan Pada 4 Desainer Berprestasi Di Modest Award 2020

Gelaran Indocraft 2020 berikan penghargaan Modest Award 2020 pada desainer berprestasi. (Foto : Fah)

Dihari ke 4 gelaran pameran Indocraft 2020 yang berlangsung 11- 15 Maret 2020 di JCC, Senayan, Jakarta, Indonesia Etnic Designer Community (IEDC ) kembali menggelar fashion shownya yang menampilkan karya terbaru dari desainer berpengalaman bertajuk ‘Era Global Dunia Dalam Ethnic Wear’  .

Para disainer tersebut antara lain Raizal Boeyong Rais, Novia Hertini, Itang Yunasz, Feri Kuncoro, Jenny Tjahyawati & Nov ita Sari, Fauziah Lewa, Faizah Nawawi, Nina Nugroho, Jum Zahra Zafira, Ida Leman, Ari Rich, Sonny Muchlison (APPMI ) dan Illusness by Nessy & Lusi Fitria.

Fashion show oleh Paris De Lamode – Tanggerang di Indocraft 2020 JCC Seanayan, Jakarta. (Foto : Fah)

Tidak ketinggalan turut meramaikan pagelaran fashion show dari PARIS DE LAMODE yang menampilkan dari murid – muridnya  antara lain Amelia Effendi, Ladee Diana, Jean Ong, Michelle dan  Erra Kyra.

Bertajuk ‘From Turkey to Minangkabau’, Bang Buyung sapaan akrabnya tetap konsisten merancang busana muslim untuk pria millenial modis.

“Kali ini saya memadukan bahan blue jean dan etnik minangkabau tepatnya batik Loempo Pesisir Selatan Painan Sumbar, binaan ibu DR Hj Lisda Hendrajoni dan di serasikan dgn sandal etnik Omiles sandal masa kini,”ungkap Bang Buyung disela – sela fashion shownya di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (14/3).

Busana karya Raizal Boeyoeng Rais di Indocraft 2020 JCC, Senayan , Jakarta. (Foto : Fah)

Sementara Itang Yunasz, desainer senior yang sudah 40 tahun malang melintang di peta fashion Indonesia mengahdirkan nuansa kemewahan dalam koleksi lini utamanya yang bertajuk Opulence. Sebanyak 10 looks hadir didominasi warna hitam, dusty khaki dan orange dengan menggunakan material pilihan yang semakin memberikan kesan mewah. Organza, beludru, dan shantung yang berkarateristik membangun volume, dipadankan dengan kontrasnya material satin dof yang ‘jatuh’ tapi melayang.

Material tersebut diolah menjadi serangkaian koleksi yang terdiri atas tunik, long dress, long outer, bubble skirt, lace cape, kaftan, dan big pants. Semuanya dikreasikan dalam siluet longgar, boxy, over sized. Taburan beads dan embroidery yang membentuk keelokan arsitektur masjid yang ditampilkan berukuran ekstra besar membuat penampilan koleksi ini semakin mempesona.

Busana karya Itang Yunasz di gelaran Indocraft 2020 JCC Senayan, Jakarta . (Foto.Fah)

Amelia Effendi salah satu murid Paris De Lamode menmapilkan busana dengan Nuansa coklat dimana desain tersebut menggambarkan tanah Indonesia yang subur, mutiara-mutiara menggambarkan kekayaan laut Indonesia, bunga-bunga menggambarkan keindahan alam Indonesia, kain batik menggambarkan nilai estetika seni Indonesia.

“Sehingga tema yang saya ambil adalah pelestarian budaya indonesia, dengan tujuan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat bersama-sama melestarikan budaya Indonesia,” aku Amelia.

Dalam acara tersebut Debindo selaku penyelenggara dan Indonesia Ethnic Designer Community (IEDC ) memberikan penghargaan kepada perancang – perancang busana muslim atau busana sopan yang memiliki dedikasi dan berpengalaman yakni Modest (Moeslim Designer Star) Award 2020 . Mereka adalah H. Raizal Boeyoeng Rais, Itang Yunasz, Novi Hertini dan Ida Leman. Penghargaan tersebut secara simbolis diberikan oleh Rizal Adi Putra, General Manager Debindo.

Busana karya Novia Hertini di gelaran Indocraft 2020, JCC, Senayan, Jakarta. (Foto : Fah)

“Award ini diberikan untuk disainer yang star bukan follower atau yang hanya pengikut saja. Banyak sekarang ini perancang – perancang muslim itu menganggap dirinya disainer sedangkan dia pedagang busana muslim. Boleh lah ya orang menjadi pedagang untuk busana muslim, tapi dia bukan disainer. Kalau disainer itu bisa membuat sesuatu yang original dan kraetif serta namanya terkenal,” pungkas Bang Buyung.Fah

 

COMMENTS