Arfiani – Disainer, Penghargaan Tertinggi adalah Ketika Hasil Karya Diterima Masyarakat

Arfiani atau Fia – Disainer . (Foto : Koleksi pribadi)

Bermula dari kesukaannya di dunia fesyen membuat Arfiani melangkahkan kakinya untuk terjun menjadi desainer mulai 4 tahun yang lalu. Selain hobinya sejak masa remaja, juga didukung oleh keluarganya terutama sang mama, Hj. Sufiani Amin ( Almarhumah ) yang juga sangat menyukai fesyen. Menurut Arfiani, dirinya juga banyak belajar dari sang mama yang selalu berbusana matching (serasi).

“Mama itu selalu berbusana matching dari atas hingga bawah dan sopan. Dari dulu juga mama mengajarkan ke anak- anaknya untuk tidak berpakain yang seksi – seksi. Jadi nggak pernah pakai rok mini ataupun you can see, tapi bukan juga pakaain syar’i karenakan dulu belum kepikiran,”ujar Arfiani saat ditemui di bilangan Jakarta Selatan bebrapa waktu lalu.

Arfiani atau Fia – Disainer . (Foto : Koleksi pribadi)

Awalnya pemilik Brand Hurrem by FIA ini hanya melakukan bisnis kecil – kecilan dengan membeli produk baju – baju dan dijualnya. Namun lama – kelamaan iapun merasa jenuh dan menyalurkan hobinya itu untuk mendisain sendiri. Akhirnya, dari keuntungan yang didapat dijadikannya modal untuk  mendisainnya, terlebih mendisain itu ada minimal kuantitinya.

“Setelah saya coba mendisain baju – baju ternyata hasil karya saya banyak diterima masyarakat. Dari situ saya terus berlanjut untuk mendisain baju – baju hingga saat ini. Keuntungan nomor 2 saat itu dan saya akan merasa senang hasil karya saya diterima dan disenangi oleh semua orang,”cerita Arfiani.

Arfiani atau Fia saat menerima penghargaan. (Foto : koleksi pribadi)

Ia juga menambahkan bahwa kepuasan itu lebih jauh dirasakan pada saat customer itu merasa puas dengan karya – karyanya. “ Jadi bukan karena keuntungan dari hasil penjualan, tapi customer itu puas dengan hasil karya saya,”tandas pemilik La Bello Korean Spa di Jakarta ini.

Bila dilihat dari latar belakang pendidikan Arfiani tidaklah sesuai dengan bakat yang milikinya Ia adalah lulusan D3 Perbankan dan pernah kuliah juga jurusan Ilmu Telekomunikasi. Ia juga sempat bekerja di Bank Swasta namun tidak lama kemudian iapun resign dari pekerjaannya. Menurutnya jiwanya terpanggil untuk menjadi seorang desainer sehingga iapun berani untuk mengambil langkah tersebut.

Arfiani atau Fia saat menrima penghargaan . (Foto : koleksi pribadi)

“Jadi sebenarnya ini jauh tidak ada hubungannya dengan latar belakang pendidikan saya. Terjun kedunia ini, karena memang hobi dan jiwa saya disini. Dan disinilah jiwa saya, dan saya bisa mengekpos semua apa yang ada dikepala saya dan pada saat saya mengerjakan sesuatu, ini sudah ada pakemnya, dan saya bebas untuk berkarya semua ide – ide saya tuangkan,”jelasnya.

Berkat kerja kerasnya, kini Arfiani telah memiliki boutique dengan brand Hurrem by FIA yang berlokaasi di FX Sudirman Jakarta dan Makssar. Brand lainnya juga ada untuk casual bernama ‘SA DI KA’ yang akan di launchingnya pada bulan Maret 2019 mendatang. Hurrem by FIA ini  merupakan baju wanita dewasa yang syar’i dengan cirri khas cantik dan elegan, dimana busana ini tidak mengganggu pemakainya karena busana muslim cendrung panas.

Arfiani atau Fia – Disainer saat menerima penghargaan . (Foto : koleksi pribadi)

“Saya mengutamakan bahan yang bagus, tidak panas,tidak berat dan tidak mengurangi aktivitas bagi sipemakainya, jadi kita tetap bebasidak mengurangi aktivitas bagi sipemakainya, jadi kita tetap bebas bergerak,”paparnya.

Untuk SA DI KA sendiri baju untuk yang berjiwa remaja dengan konsep casual namun tetap syar’i. “Jadi semua model – modelnya tidak mempertontonkan lekuk tubuhnya, tapi tetap kelihatan cantik dan modis,”tegasnya.

Arfian atau Fia – Disainer. (Foto : koleksi pribadi )

Menurut Arfian pencapaian terbesarnya di dunia fesyen bukanlah dilihat dari nilai nominalnya namun pada saat karyanya diterima oleh masyarakat luas. Karena harga busana yang dijualnya jauh lebih murah ketimbang desainer lainnya.

“Meski kulaitas bahan sama , saya tetap menjaga harga. Samapai sekarang ini paling mahal karya saya diangka Rp. 2,4 juta dan angka ini paling murah di brand lain. Untuk casual sendiri kita kasih harga maksimal diangka Rp.1juta,”katanya.

Menjamurnya para desainer di Indonesia, tak membuat Rasha menjadi takut untuk berkompetisi,justru sebagai acuan semakin meningkatkan kualitas dan mutu hasil karyanya. “Jadi saya mengutamakan kepuasan pembeli dan pelanggan, ditambah lagi dengan harga yang terjangkau, itulah membedakannya,”ungkapnya.

Arfiani atau Fia – Disainer , saat menrima penghargaan. (Foto : koleksi pribadi)

Sebagai ajang mempromosikan hasil karyanya, Arfiani juga banyak megikuti ajang fashion show ke daerah – daerah di Indonesia seperti Makassar, Palembang, Jakarta, Medan, Banjarmasin, Gorontalo, Surabaya, Lampung dan lainnya. Sealin itu juga ajang bergengsi seperti Indonesia Fashion Week (IFW), Muslim Fashion Festival (Muffest ), Jakarta Fashion Week (JFW), Modest Fashion Week dan lainnya. Selain itu, ia juga pernah mengikuti ajang fashion show di Malaysia dan rencananya pada pertengahan Maret 2019 akan menggelar fashion show di Singapura serta April 2019 di  Kuala Lumpur, Malaysia.

“Saat ini saya sedang mempersiapkan karya terbaru yang akan saya bawa di ajang fashion show di Singapore dan juga Indonesia fashion Week 2019 mendatang,”akunya.

Berkat prestasinnya yang gemilang,Arfian telah menyabet 4 penghargaan di dunia fesyen, diantaranya ‘Best Inspiring & Creatifity Women’, The Best Quality ‘Produck & Customer Satisfaction of The Year 2019’, ‘The Most Quality Produck Highly Recomended of The Year 2019 dan ‘Sosok Wanita Kreatif & Inspiratif 2019.

Arfiani atau Fia – Disainer . (Foto : koleksi pribadi)

Dengan semua penghargaan yang diterimanya bagi Arfian bukalah suatu pencapaian tertinggi, maulainkan dirinya merasa keberadaannya dihargai dan karya – karyanya sudah dikenal banyak orang. Penghargaan ini juga suatu kepuasan baginya dan menjadikan suatu amanah buatnya.

“Penghargaan ini bisa memotivasi dan sebagai cambuk buat diri saya untuk bisa menghasilkan karya – karya yang lebih baik,”pungkas Arfian.Fah

COMMENTS