International Flower Competition (IFC) 2019 Perebutkan Hadiah I Miliar

International Flower Competition (IFC) 2019. dari kiri ke kanan : Zha zha yusharyahya ( juri IFC 2019), Esmal Diansyah (Direktur sales & marketing iNews), Mr. Nir Peretz (Owner of Hanging Gardens of Bali) dan Ghaitsa Kenang (pengisi acara IFC 2019). (Foto : Fah)

Untuk lebih peduli dengan lingkungan hidup dengan cara memiliki dan merawat taman bunga dirumah, Hanging Gardens of Bali bersama inews menggelar International Flower Competition (IFC) 2019 di Bali. Adapun tujuan kompetisi ini adalah untuk membawa keindahan, ketenangan hidup dan kelestarian alam bagi kehidupan masyarakat.

Puncak IFC 2019 ini akan diadakan pada Sabtu, 29 Juni 2019 pukul 18.00 WTA dilapangan Renon –Monumen Bajra Sandhi, Jl. Raya Puputan No.142, Panjer, Kota Denpasar, Bali.

Esmal Diansyah (Direktur sales & marketing iNews). (Foto :Fah )

Saat ini IFC 2019 dapat diikuti oleh masyarakat Bali dengan memperebutkan hadiah sebesar Rp.1 Miliar untuk satu orang pemenang. Tercatat 185 peserta lolos seleksi pendaftaran yang ditutup registrasinya pada 31 Maret 2019 yang lalu. Dari seluruh peserta dipilih 10 finalis yang dinilai oleh panelis/juri dari Hanging Gardens of Bali yakni Zsa Zsa Yusharyahya, I Nyoman Nuarta (seniman) dan Puja Astawa (fotogtrafer).

“Kami melihat spirit dari kompetisi ini sangat baik, tidak hanya bagi lingkungan hidup tapi juga dari sisi masyarakatnya. Sebagai tv berita dengan jaringan terbesar, kami mendukung kegiatan dan pemberitaan kompetisi ini,”ujar Esmal Diansyah, Sales & Marketing Director iNews disela – sela preskon IFC 2019 di Gedung iNews,KH Wahid Hasyim, Menteng , Jakarta, Rabu (19/6).

IFC 2019, Mr. Nir Peretz (Owner of Hanging Gardens of Bali). (Foto : Fah)

Menurut Mr. Nir Peretz (Owner of Hanging Gardens of Bali), IFC 2019 ini adalah kompetisi pertama kali di Bali dan merupakan pilot projeck, yang akan diikuti kota – kota lainnya di Indonesia dan dunia internasional. Diadakannya kompetisi ini juga sebagai bentuk keprihatinan terhadap tingginya sampah plastik di Bali yang semakin mengkhawatirkan jika tidak dibatasi penggunaan plastik dimasyarakat.

Esmal Diansyah – Direktur sales & marketing iNews dan Mr. Nir Peretz (Owner of Hanging Gardens of Bali). (Foto:Fah)

“Budaya dan kehidupan lokal Bali melekat dengan keindahan bunga. Bali juga tempat yang tepat untuk memulai karena bunga adalah bagian dari budaya, dan disana sangat banyak bunga yang indah. Berbagai cara dilakukan untuk menghijaukan, mempercantik serta memperindah Pulau Dewata oleh masyarakat yakni menanam bunga dan merawat taman dan menjadikannya taman bunga kecil nan asri,”terang Nir Peretz.Fah

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0