Film ‘Serendipity, Film Ke-72 Sekaligus Menandai Come Back nya Virgo Putra Films

Ferry Angriawan-Produser Virgo Putra Films-bersama Indra Gunawan – sutradara, Ipang Lazuardi – penyanyi, Erisca Febriani – Novelis, Maxime Boutier dan Mawar Eva  de Jongh. (Foto:Fah)

Sempat vakum selama 7 tahun, kini rumah produksi Virgo Putra Films kembali menghadirkan film terbarunya yang diangkat dari novel karya Erisca Febriani berjudul ‘Serendipity’. Film Serendipity merupakan film ke 72 sekaligus menandai come back nya rumah produksi Virgo Putra Films dengan film terakhir  yang diproduksinya pada tahun 2010.

“Film Serendipity ini jadi tantangan buat Virgo Putra Films untuk kembali dan memproduksi film – film untuk anak muda dan keluarga. Sutradara Indra Gunawan sangat paham film untuk penonton anak muda ini,”ujar Ferry Angriawan selaku Produser Eksekutif Virgo Putra Films disela – sela peluncuran Trailer, OST dan Novel Cover Poster film Serendipity di Queens Head Kemang Jakarta (27/3).

Ferry Angriawan-Produser Eksekutif Virgo Putra Films. (Foto:Fah)

Dikatakan Ferry bahwa dirinya memilih novel Serendipity untuk diangkat menjadi sebuah film karena menurutnya ceritanya sangat bagus seperti halnya dengan film Dear Nathan. “Saat saya menonton film ‘Dear Nathan’ saya nangis dan film ini sukses. Tapi untuk S’erendipity’ ini saya memang belum nangis, tapi saya sudah baca skenarionya dan sangat bagus sekali, makanya saya berharap film ini akan sukses dan menjadi box office,”jelasnya.

Film Serendipity bercerita sedikit berbeda dari cerita dunia anak- anak muda (remaja) putih abu-abu, dimana memperlihatkan dunia anak remaja saat mengalami jatuh cinta, saat menghadapi masalah cinta, menyikapi problema orang tua sampai persaingan di sekolah yang mengarah pada perundungan risak dan sering tidak adil.

Maxime Boutier dan Mawar Evade Jongh  pemeran film Serendipity.(Foto:Fah)

Alkisah, Rani (Mawar Eva) yang berubah setelah ayahnya meninggal dunia yang masih menyisahkan hutang. Rani mmebuat keputusan paling berat dalam hidupnya dan ia terpaksa menjadi lady escort. Arkan (Kenny Austin) sang kekasih memuutuskan hubungan nya setelah tahu peekerjaan Rani. Hidup Rani makin hancur setelah Lola menyebarkan foto – foto Rani bersama om – om , tak terkecuali sahabat Rani, Jean yang memilih menjauh. Gibran, si murid baru menjadi sahabat yang selalu membantu Rani dan Rani tidak bisa menerima kehadiran Gibran karena hatinya masih untuk Arkan.

Arkan sebenarnya tak bisa menerima cinta Rani, namun ada satu masalah yang membuat cinta keduanya begitu rumit. Ketulusan menjadi nilai yang sangat berharga bagi perjalanan hidup Rani. Begitu juga Arkan, memahami cinta tidaklah bisa hitam putih. Bahwa cinta menjadi rumit ketika sepasang anak muda hanya berbicara dari sisi egoisme. Cinta juga menjadi tiada arti tanpa pernah memahami isi hati.

Perwakilan dari penerbit Inari memberikan tanda mata kenang -kenangan kepada Erisca Febriani – novelis. (Foto:Fah)

Indra Gunawan sebagai sutradara film Serendipity merasa yakin bahwa film ini banyak yang menonton terlebih bila dilihat dari novel Srendipity sendiri sudah sukses dipasaran atau best seller. Pada cetakan pertama Inari sudah mencetak 20 ribu eksemplar, cetakan kedua 15 ribu eksemplar, cetakan ketiga 5000 eksemplar serta cetakan edsisi cover poster film sebanyak 5000 eksemplar.

“Kalau dilihat komentar akun resmi film  serendipity sudah banyak yang menanyakan kapan film film ini tayang dan viewer nya 4 ribuan lebih belum lagi dari best seller nya, jadi saya melihat Serendipity ini sudah ada ‘fanbase’-nya. Saya yakin film ini akan sukses di seluruh bioskop Indonesia,”tandas Indra.

Film Serendipity dibintangi artis muda berbakat diantaranya Maxime Boutier, Mawar Eva De Jongh, Kenny Austin, Nadira Octova, Naomi Paulinda dan artis senior diantaranya Gunawan, Dian Nitami, Marissa Nasution dan lainnya. Juga tidak ketinggalan Virgo Putra Films mempercayakan pada Ipang Lazuardi untuk membawakan lagu ‘Mau Tau’ sebagai OST film Serendipity ini.Fah

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0