‘DreadOut’ Film Karya Anak Bangsa Yang Dapat Dibanggakan Dimata Dunia

Preskon film DreadOut di CGV Thamrin, Jakara. (Foto : Fah)

Diawal tahun 2019, goodhouse.id menghadirkan sebuah film horror yang diangkat dari game horror karya develover Indonesia (Digital Happiness) berjudul ‘DreadOut’. Film yang disutradarai Kimo Stamboel ini juga melibatkan beberapa partner production house dalam projecknya, diantaranya CI Entertainment (Korea), Sky Media, Nimpuna Sinema dan perusahaan game develover terbesar di Indonesia, LytoGame.

“Hadirnya film DreadOut ini membuktikan rasa penasaran para pecinta game DreadOut dan juga semua pecinta film Indonesia, khususnya horror dan seluruh games di Indonesia,”ujar Kimo Stamboel disela – sela jumpa persnya di CGV Tahmrin, Jakarta, Rabu (2/1).

Preskon film DreadOut di CGV Thamrin, Jakara. (Foto : Fah)

Kimo yang juga sebagai penulis dan produser ini menjelaskan bahwa brand dari game ini sangat besar dan kuat, walaupun memang ide awal cerita yang disepakati bersama teman – teman dari Digital Happiness adalah prequel dari gamenya, namun kualitas, keseruan dan kengerian dalam film ini harus sama persis seperti gamenya.

“Saya tersanjung tapi memikul beban tanggung jawab besar telah dipercaya oleh teman –teman creator game DreadOut dari Digital Happiness untuk menyutradarai film DreadOut,”aku Kimo.

Wida Handoyo, salah satu produser juga mengatakan bahwa diawal tahun 2019 ini rumah produksi goodhouse.id memberikan kado awal tahun setelah melalui proses dan perjalanan yang cukup panjang dengan menggelar gala premier film DreadOut bersama wartawan , komunitas game, blogger, dan vlogger.

Preskon film DreadOut di CGV Thamrin, Jakara. (Foto : Fah)

“Film ini terinspirasi dari game ciptaan Digital Happiness yang berjudul DreadOut yang berhasil menjadi game indie horror yang popular di platform internasional STEAM dan menjadi semakin popular ketika PewDiePie (Youtuber internasional) memberikan review positif terhadap geme ini. Semoga film ini bisa diterima oleh masyarakat karena menjadi tonggak sejarah bersatunya industry game dan industri film di Indonesia,”papar Wida.

Film DreadOut yang tayang pada 3 Januari 2019 ini mengambil latar cerita sebelum kejadian dalam game terjadi (prequel). Film ini menceritakan sekelompok siswa SMA yang berharap mendapatkan popularitas di media sosial. Sekelompok siswa SMA ini pergi ke apartemen kosong, mereka sengaja mengunjungi apartemen tersebut di malam hari untuk merekam kegiatan mereka selama disana. Tidak disengaja, salah satu anggota kelompok , Linda, membuka portal misterius dan membangunkan setan yang dapat menyeret mereka ke dalam neraka.

Preskon film DreadOut di CGV Thamrin, Jakara. (Foto : Fah)

Keunikan DreadOut adalah game horror yang mengangkat kisah petualangan  Linda bersama teman –temannya yang menyelamatkan diri dari serangan para mahluk supranatural seperti hantu kebaya merah, pocong, kuntilanak, tuyul, sundel bolong, hingga babi ngepet.

“Seperti di gamenya, film ini tidak hanya dipasarkan didalam negeri saja tapi juga akan dipasarkan secara internasional, Semoga film ini tidak hanya sukses dipasar lokal tapi juga dipasar internasional dan menjadi film karya anak bangsa yang dapat dibanggakan dimata dunia,”pungkas Edwin Nazir, sekaku produser.Fah

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0