Ayam Bakar Wong Solo Terapkan Iman, Jihad dan Hijrah Pada Karyawannya Dalam Bekerja

Puspo Wardoyo sangat sukses dalam menjalankan bisnis rumah makan Ayam Bakar Wong Solo. Saat ini brand Ayam Bakar Wong Solo memiliki ratusan Outlet yang tersebar di seluruh Indonesia, Malaysia, Singapura, Jeddah hingga Qatar dengan ribuan karyawan. Dibalik itu semua, ternyata dalam menjalankan bisnisnya, H. Puspo Wardoyo tak hanya mencari keuntungan semata yang bersifat duniawi saja, namun iapun kerap mendidik semua karyawannya agar tidak melupakan dan selalu ingat pada Sang Pencipta yang memberikan rizki, Allah SWT .

Karyawan Wong Solo saat buka puasa bersama . (Foto Dok pribadi )

Hal ini diungkapkan salah satu karyawan sekaligus Pimpinan Ayam Bakar Wong Solo di outlet Tebet, Jakarta Selatan, bernama Amrullah (40 tahun). Lelaki yang telah bekerja selama 16 tahun mengatakan bahwa Pak Puspo sebagai atasannya selalu memberikan pelajaran – pelajaran yang baik dalam kehidupan terlebih soal agama. Ada 3 prinsip yang diberikan dalam bekerja oleh Pak Puspo yakni bekerja dan ibadah adalah dengan Iman artinya halalan toyyiban dimana dalam proses pengerjaannya secara islami yang diawali dengan basmallah, Jihad artinya bekerja mencari nafkah Lillahi Ta’ala dan Hijrah artinya yang tadinya tidak tahu agama maka jadi tahu agama.

H. Puspo Wardooyo saat berbuka puasa dengan para karyawan Ayam Bakar Wong Solo. (Foto : Dok Pribadi)

“Pak Puspo memang tak hanya memberikan pelajaran soal duniawi saja, tapi juga soal agama sangat ditekankan, karena katanya bekerja itu adalah jihad dan ibadah.,”ujar Amrullah di sela – sela kesibukannya di Ayam Bakar Wong Solo, Lapangan Ros No. 27, Tebet, Jakarta.

Pada setiap Bulan Ramadan Pak Puspo mengadakan buka puasa bersama dengan seluruh karyawan yang berada di Jabodetabek dan sekaligus berbagi dengan anak – anak yatim. Namun kegiatan ini tidak dilakukan pada umumnya diakhir ataupun pertengahan Ramadan melainkan diawal puasa Ramadan.

Karyawan Ayam Bakar Wong Solo saat berbuka puasa bersama. (Foto : Dok Pribadi)

“Jadwalnya memang di hari pertama Ramadan, dan hari pertama puasa itu karyawan diliburkan dan ini memang kegiatan rutin yang diterapkan oleh Pak Puspo,”kata Amru.

Selain itu, Pak Puspo juga mengadakan sholat subuh berjamaah dengan seluruh karyawan dan juga keluarga Pak Puspo yang digelar ditempat yang berbeda – beda. Untuk kegiatan ini juga ditunjang dengan Musholla Truck yang dimodifikasi untuk sholat dengan fasilitas air untuk wudhu.

“Setiap tahun kita selalu berpindah – pindah tempatnya, untuk tahun ini kita subuh berjamaahnya di Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi. Dan ini dilakukan sejak tahun 2017 lalu,”terangnya.

Karuawan Ayam Bakar Wong Solo saat buka puasa bersama. (Foto.Dok Pribadi)

Diluar itu juga Pak Puspo selalu menerapkan kepada seluruh karyawannya untuk melakukan amaliyah seperti setiap hariya tidak lepas dari wudhu ataupun dalam melakukan pekerjaan sebelumnya membaca Basmallah dan lain sebagainya. Tak hanya itu, seluruh karyawan juga diharuskan untuk mengikuti pengajian di setiap outletnya seminggu sekali.

“Kita ada yang namanya wudhu abadi, dimana setiap karyawan harus berwudhu dulu sebelum bekerja dan bila batal wudhu kembali. Sebelum bekerja juga diawali dengan sholat duha bagi shif pagi dan shif malam diakhiri dengan sholat witir dan di bulan Ramadan ini sholat tarawih berjamaah,”urainya.

H. Puspo Wardoyo bersama karyawan Ayam Bakar Wong Solo Tebet Jakarta . (Foto : Fah)

Sosok H. Puspo Wardoyo

Pak Puspo dimata karyawannya adalah sosok orang yang rendah hati,orang yang taat agama, selalu berbaur dengan karyawan dan selalu memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Bagi karyawannya diberikan berbagai fasilitas diataranya tempat tinggal, tunjangan kesehatan dan tujungan pendidikan bagi karyawan yang telah memiliki anak.

“Karyawan yang sudah punya anak dan sudah sekolah Alhamdulillah ditanggung semua, yang terpenting sekolah agama ataupun pesantren,”tandas Amru.

Begitupun soal pekerjaan lanjutnya, bila ada yang salah dalam pekerjaannya Pak Puspo tidak memarahinya namun diberitahukan cara – cara yang benar dan solusinya.

Para karyawan Aayam Bakar Wong Solo saat umroh. (Foto : Dok Pribadi)

Untuk lebaran juga diberikan libur bagi karyawannya selama 3 hari yakni H – 1lebaran hingga H +1 lebaran. Bagi mereka yang rumah nya di luar pulau Jawa seperti Padang atau Palembang, bila ingin pulang kampung diberikan cuti ataupun libur tambahan sesuai keinginannya.

Sebagai bonus untuk karyawannya Pak Puspo juga memberikan kesempatan untuk umroh kepada seluruh karyawannya. Dimana setiap tahunnya diberangkatkan sebanyak 50 orang yang dipilih oleh management dan semuanya diberikan secara gratis tidak dipungut biaya sepeserpun.Fah

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0